| Jumat, 02 Januari 2009 |
|
HANYA SATU JURUS Seorang muda yang mengalami keberuntungan. Akibat kecelakaan, terpaksa ia ahrus merelakan tangan kananya untuk diamputasi . meski berat, ia akhirnya harus relamenjalani sisa umurnya dengan satu tanga. Akan tetapi, pantang bagi si pemuda untuk mengemis. Karena, akibat tanganya yang diamputasi, ia ditinggalkan oleh para kolega bisnisnya. Istri yang selama ini mendapinginya, telah berhasil menipunya sehingga seluruh hartanya kini berada ditangan sang istri bersama selingkuhannya. Si pemuda lalu pergi mengembara, dari satu kota ke kota lain. Sampai pada akhirny, si pemuda ini diterima bekerja sebagai petugas kebersihan di sebuah perguruan judo. Setiap harinya selainmembersihkan tempat latihan , spemuda ini menonton latihan judo. Aktivitas si pemuda ini menarik perhatian si pelatih judo. Kemudian, dengan tulus ia menawari si lelaki bunting untuk latihan judo. Dengan senang hati ia menerima tawaran dari pelatih judo. Setelah menerima tawaran untuk latihan, pemuda bunting itu giat berlatih. Sampai akhirnyasi pemuda bunting ini ditunjuk untuk mengikuti kejuaraan judo tingkat dunia. Beberapa kalui si pemuda bunting menolak. Karena ia sadar dir, ia hanyalah seorang pemuda yang hanya memiliki satu tangan. Akan tetapi, setelah diyakinkan oleh sang pelatih, akhirnya si pemuda bunting ini akhirnya bersedia mengikuti kejuaraan dunia. Pertandingan dimulai. Si pemuda bunting langsung mendapat lawan yang tangguh. Dengan pongah, lawan ini meminta agar si pemuda bunting menyerah saja. Akan tetapi, pantang bagi si pemudah untuk menyerah. Wasit memberi tanda pertandingan dimulai. Dengan kewaspadan penuh, si pemuda bunting bertarung dengan lawannya yang memiliki dua tangan yang kekar. Pada akhirnya, si pemuda bunting ini berhasil mengunci lawannya. Tetapi anehnya, setelah lawan dikunci, ia tidak bisa melepaskan diri. Padahal secara fisik tidak seimbang. Yang satu bertangan satu dan yang lainnya bertangan lengkap. Si pemuda bunting memperoleh kemenangan pertamanya. Bukan main senangnya ia. Seminggu yang akan datang, ia kaan menghadapi babak selanjutnya. Sudah pastilawan yang akan dihadapinya lebih hebat daripada lawan yang keamarin. “Guru, ajarkan aku beberpa jurus lagi untuk menghadapi lawanku minggu depan!”ujar si pemuda. Akan tetapi, sang guru hanya diam saja, sambil menikmati secangkir the hangat. “kalau guru tidak mau mengajarkan beberpa jurus, satu jurus saja!” si pemuda memelas. “Satu jurus yang aku berikan itu sudah cukupuntukmu,” ujar sang guru. Si pemuda bunting jelas tidak mengerti. Tiba saatnya pertandingan. Lagi – lagi, si pemuda bunting berhasil mengalahkan lawannya. Di sendiri merasa heran. Dia yang hanya memiliki satu jurus mampu mengalahkan lawanya setelah ia berhasil mengunci lawannya. Sang guru memberikan ucapan selamat padanya. Minggu – minggu menegangkan bagi si pemuda. Karena ia berhasil masuk final. Tetapi sampai disini, ia ragu apakah bisa memenangkan pertandingan atau tidak. Karena lawan yang akan dihadapinya adalah juara dunia tiga dunia berturut – turut. “Guru, tolong ajrkan aku satu jurus lagi!Lawan yang aku hadapui saai ini adalah lawan yang hebat. Ia juara bertahan!” si pemuda meyakinkan gurunya agar mau mengajarinya satu jurus lagi. Akan tetapi, jawaban sang guru sama dengan pertama kali ia diminta mengajari satu jurus lagi, satu jurus aku berikan itu sudah cukup” Si pemuda bunting kini berada di puncak kecemasan. Juara dunia tiga kali berturut–turut kini berada di hadapannya. Mereka siap bertanding. Si pemuda bunting agak keder juga menghadapinya. Karena ia hanya mebnguasai satu jurus saja dan belum memiliki pengalaman yang cukup. Pertandingan dimulia. Si pemuda bunting langsung memasang kuda-kuda. Dan, sekali lagi ia membuktikan sebagai juara dunia baru. Ya, juara tiga kali berturut – turut berhasil ia kalahkan. Setelah tidak percaya dengan hal ini. Dengan etrurai air mata, ia menerima piala dan hadiah uang. Ia pun kembali mejadi orang kaya, lebih kaya dari sebelumnya. “Guru, kenapa aku bisa mengalahkan lawan-lawanku meski hanya memiliki satu tangan?” tanga si pemuda bunting suatu hari. “Kau memiliki kehebatan yang orang lain tidak memilikinya. Itulah sebabnya, aku tiodak mau memberikan jurus tambahan, meski meski hanya satu jurus saja.” “Kehebatan?” si pemuda bingung. “Ya, kehebatan yang hanya dimiliki oleh seorang juarategas sang guru. “Aku masih tidak mengerti.” “Kau memiliki semangat tinggi untuk menang. Itulah yang menyebabkanmu menjadi pemenang. Selain itu, dengan kondisi tanganmu yang Cuma satu, itu menguntungkanmu. Karena di samping lawan mengganggap remeh, dengan tangan satu susah bagi lawanmu untuk melepaskan diri setelah berhasil kau kunci. Kalau kau memiliki dua tangan, dan kedua tanganmu mengunci lawan, maka lawamnu akan melakukan perlawanan dengan mencoba melepaskan kunci lewat tangan kiri atau tangan kananmu.” Mengertilah kini si pemuda. Beberapa kali ia mengucap syukur. Kekayaan yang telah dirampas oleh sang istri kini telah kembali berkat tangan bungtungnya. Bahkan, kini ia menjadi orang terkenal sebagai juara sunia judo |
posted by Remaja Masa Kini at 04.08  |
|
|
|